Selamat Datang di www.cetak-tiketku.blogspot.com, Peluang Usaha Untuk Mengelola Bisnis Penjualan Tiket Di Rumah Anda dengan Mudah ....!

Selamat Datang

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

Tahukah anda bahwa Internet juga bisa digunakan untuk menjalankan bisnis jutaan rupiah dengan modal terjangkau? Ya, kini anda dapat memanfaatkan Internet agar dapat menghasilkan jutaan rupiah per bulannya.

BERIKUT INI BUKTI KESERIUSAN KAMI MENGAJAK ANDA MEMULAI USAHA BISNIS TIKET PESAWAT SECARA ONLINE

Menjadi Biro Tiket Pesawat tidaklah sesulit yang anda bayangkan bisa dilakukan kapan saja dimana saja oleh anda yang berprofesi sebagai karyawan, Pengusaha, ibu rumahtangga, mahasiswa, atau siapa saja! DIJAMIN, Anda tidak ingin melewatkan Peluang berharga ini...

Resiko ? Setiap Bisnis mempunyai resiko, Hal terpenting adalah bagaimana strategi anda mengolah resiko menjadi profit, salah satu cara mencari peluang bisnis dengan nilai investasi yang kecil.

Berapa modal yang anda keluarkan? Untuk menjadi agen penjualan tiket pesawat online sangatlah murah yaitu hanya sebesar Rp. 150000,- saja. Itu tidak seberapa mahal jika dibanding anda menjadi agen penjualan tiket secara offline.

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia. 2. Data yang transparan langsung dari airline. 3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline. 4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang. 5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat. 6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama www.birotiket.com, selengkapnya silahkan klik disini

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Rabu, 21 September 2016

Tidur Siang Satu Jam Lebih, Bisa Jadi Gejala Diabetes Tipe 2

Ilmuwan dari University of Tokyo menyebut, tidur siang selama lebih dari satu jam bisa jadi adalah gejala terkena penyakit diabetes tipe 2. Tidur siang dianggap ada kaitannya dalam faktor penyebab atau meningkatkan risiko diabates.

Seperti dilansir BBC, Jumat, 16 September 2016, ilmuwan mengatakan, mengapa orang dengan gejala diabetes sering tidur siang lebih dari satu jam. Hal ini dikarenakan dampak yang dirasakan penyakit tersebut adalah kerap lelah di siang hari.


"Ada kaitan antara tidur siang yang panjang, lebih dari 60 menit, dan risiko terkena (positif) diabetes tipe 2 sebesar 45 persen. Namun tidak ada hubungan (penyakit diabetes tipe dua) dengan orang yang tidur siang kurang dari 40 menit," kata para peneliti.

Untuk pembuktian, peneliti melibatkan sebanyak 300 ribu koresponden.

Lantas seorang yang kurang tidur, kata para peneliti, juga bisa menjadi penyebab penyakit diabetes tipe 2. Sebab, kurang tidur yang disebabkan oleh pekerjaan dan pola kehidupan sosial, berefek pada peningkatan nafsu makan sehingga risiko diabetes tipe 2 pun meningkat.

Para peneliti menambahkan, ada kemungkinan seseorang tidur siang yang lebih panjang karena tidurnya di malam hari terganggu.

Tapi ini juga berbahaya untuk kesehatan. Peneliti katakan itu dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, masalah jantung dan gangguan metabolik lainnya, termasuk diabetes tipe-2.


Sumber : viva.co.id

Selasa, 13 September 2016

The Naked Traveler

The Naked Traveler


Miss Rempong

Posted: 13 Sep 2016 05:00 AM PDT

Suatu kali saya pernah diundang Media Trip atau jalan-jalan ke sebuah negara bersama rekan-rekan media. Dari daftar yang diundang, tercantum 8 orang dari media cetak, media online, dan TV. Namun ada seorang cewek yang tidak bekerja di media manapun. Saya yang kepo pun bertanya kepadanya kok bisa ikut media trip? Jawabannya, dia adalah salah satu pemenang ketiga kontes Puteri apaan gitu – yang saya nggak pernah denger sebelumnya. Karena dia kenal dengan Duta Besar di Jakarta, jadilah dia diajak.

Anyway, sebut saja dia Miss Rempong*, karena asli rempong banget orangnya! Si Miss ini berusia awal 20an, cantik, putih, tinggi – khas Puteri kecantikan. Saya tidak ada masalah personal sama dia, hanya saja dia membuat rempong semua orang!

Pertama ketika kami naik pesawat dari bandara Soekarno-Hatta, si Miss ini datang paling belakangan. Kami semua tidak mengenal satu sama lain, tapi sudah membentuk grup Whatsapp untuk janjian. Kami sudah di ruang tunggu, si Miss malah baru check in. Ketika naik pesawat, si Miss datang dengan baju sangat rapi; sepatu hak, blazer dan tas jinjing cantik. Bagasinya ternyata yang terberat di antara kami semua. 25 kg dengan ukuran koper besar bak mau migrasi ke negara lain, padahal cuma seminggu.

Kami sampai di negara tersebut pagi hari, dikasih waktu hanya beberapa jam istirahat di kamar untuk bertemu kembali di lobi hotel. Acara pertama kami adalah bertemu Menteri Pariwisata negara tersebut sehingga tidak boleh telat. Siapa dong yang telat datang? Tentu si Miss! Kami semua sudah duduk manis di bus, si Miss datang berlari-lari sambil berkata, "Maaf, ketiduran! Ini aja buru-buru turun, padahal belum mandi!" Perlu diketahui, belum mandi bagi dia artinya dia datang dengan make up tebal. Berarti bela-belain nggak mandi tapi dandan, dan kami semua disuruh nungguin dia! Pret! Anehnya lagi, saat meeting berlangsung di sebuah hotel mewah bersama Menteri, si Miss ternyata memakai selempang "Putri" di badannya! Euh?

Dari situ kami langsung berwisata ke suatu situs arkeologi di atas bukit cadas. Sebelum berangkat ke negara itu, kami semua sudah tahu itinerary-nya akan jalan kaki semi hiking. Berarti kudu bawa sepatu yang nyaman kan? Mau tahu apa yang dipakai si Miss? Stiletto, alias sepatu dengan hak tinggi dan runcing! Tentu dia berjalan terseok-seok dan paling belakang di antara kami.

Besoknya kami berkunjung seharian ke situs arkeologi yang lebih luas lagi, jadi kami pakai sepatu olah raga/trekking. Si Miss agak mending… pakai sepatu wedges dengan tinggi hak 12 cm! Setelah jalan kaki 1 kilometer, sepatu si Miss jebol. Haknya putus sebelah! Hadeuh. Untungnya si Miss pinter, dia mencopot hak sepatu sebelahnya lagi, jadilah sendal flat yang terlihat berantakan. Dan dengan santainya hak sepatu ditinggal aja di kuil ribuan tahun sampai kami semua membentaknya untuk membuang ke tempat sampah!

Setelah kejadian itu, kami baru tahu bahwa si Miss ternyata memang tidak membawa sepatu lain selain empat pasang sepatu hak! Jadilah setiap hari dia sibuk pinjam sepatu teman saya sampai kaki si Miss lecet-lecet dan teman saya kesal karena sepatunya diinjak.

Selain tidak bawa sepatu nyaman untuk jalan, ternyata si Miss juga tidak bawa sampo, sabun, odol. Alasannya karena akan tersedia di hotel. Tapi dari itinerary kami semua sudah tahu bahwa kami akan camping. Alhasil dia ribut cari pinjaman.

Si Miss setiap hari pakai baju berganti-ganti, sehari minimal 3 kali. Demi foto kece di Instagram, katanya. Make up selalu tebal. Tas jinjing selalu dibawa. Tapi asli bikin gengges! Udah tau kami media yang harus memperhatikan penjelasan guide, harus mencatat dan memotret pemandangan, eeh dia sebentar-sebentar minta difotoin! #hakdezig

Soal baju, saya pernah masuk ke kamarnya sebelum makan malam. Dalam setengah jam ternyata dia berganti baju sudah 3 kali karena tidak bisa memutuskan yang mana! Teman saya pun pernah masuk ke kamarnya malam hari, ternyata si Miss tidur pakai lingerie! Wow!

Tapi bukan Miss Rempong namanya kalau nggak bikin rempong. Udah tau kami akan ke situs religius yang perlu selendang penutup kepala, dia nggak bawa. Sibuklah dia cari pinjaman. Udah tau kami akan  ke 2 tempat yang aktivitasnya adalah berenang, tapi si Miss (yang setiap hari selalu pakai baju ketat dan seksi) nggak bawa baju renang! Saya yang perenang ini pun berkomentar nyinyir, "Masa koper lu 25 kg dan bawa baju seabrek-abrek, tapi nggak bawa baju renang yang seuprit?!" Alhasil dia nyebur di pantai pakai celana pendek dan kaus, dan sempat suatu kali diusir petugas kolam renang hotel bintang lima karena tidak berbaju renang.

Kesimpulannya, setiap hari si Miss selalu bangun terlambat dan datang berkumpul paling belakangan, termasuk saat kami bersiap berangkat ke bandara untuk pulang. O ya, si Miss adalah orang nomor satu tukang belanja. Dia sering hilang dari rombongan karena sibuk belanja ke sana ke mari – itu pun nggak beli alat mandi dan sepatu untuk dirinya sendiri, padahal itu yang paling dibutuhkan.

Tapi itu belum seberapa. Puncaknya adalah ketika dia meminta pembalut kepada para peserta cewek! Saya sampai nyolot, "Lha, emang lo nggak tau siklus haid sendiri sampai nggak persiapan bawa pembalut sendiri?!" Karena kami para cewek tidak ada yang bawa, akhirnya si Miss punya akal… dia menyumpalnya dengan tisu toilet!

Doh, dasar Miss Rempong!

Semoga Anda bukan tipe orang yang rempong begitu saat traveling. Tapi, pernah nggak punya pengalaman yang sama? Atau punya teman traveling yang rempong juga? Seberapa rempong kah dia? Coba deh ceritain di komen di bawah. :)


*Rempong = repot

Rabu, 24 Agustus 2016

The Naked Traveler

The Naked Traveler


[Adv] Bermain yang sehat di Amped

Posted: 24 Aug 2016 09:00 AM PDT

Waktu luang di Jakarta enaknya ngapain ya? Ke mal, makan-makan, nonton bioskop. Abis itu bingung mau ngapain lagi. Kalau sama teman-teman sendiri yang seumuran paling acaranya nongkrong di kafe. Nah, masalahnya tambah bingung kalau mau ngajak jalan anak-anak, seperti saat mau ngajak goddaughter saya si Cia dan adiknya Cio.

Hasil browsing, saya menemukan aktivitas menarik, yaitu bermain trampolin! Trampolin itu semacam bentangan kain yang lentur berkerangka yang digunakan untuk meloncat-loncat di atasnya. Termasuk olah raga, trampolin pun dipertandingkan di Olimpiade sejak tahun 2000. Sedangkan untuk rekreasi, Trampoline Park menjamur di Amerika Serikat sejak 1960. Di Indonesia sendiri baru ada beberapa tahun belakangan ini.

Saya memutuskan untuk bermain di Amped Trampoline Park karena merupakan yang terbesar di Indonesia. Lokasinya mudah dicapai, terletak di Kelapa Gading, bekas supermarket Goro zaman dulu. Saya pun booking di sini dan memilih jam 15.00 karena mau makan siang dulu di area Kelapa Gading yang terkenal banyak makanan enak. Perlu diketahui, jam operasional Amped adalah jam 10.00-22.00 (weekend buka lebih pagi jam 9.00) tapi slot terakhir jam 21.00. Kita dapat mulai bermain per slot, jam 10.00, 11.00, 12.00, dan seterusnya.

Olympic-sized trampoline

Olympic-sized trampoline

Kami datang 15 menit sebelumnya untuk mendaftarkan diri, mengisi waiver form karena baru pertama kali datang, dan bayar tiket. Harganya terjangkau kok, per orang per jam Rp 80.000,- untuk Senin, weekday Rp 100.000,- dan weekend Rp 125.000,-. Kami diberi gelang yang menandakan berapa jam kami akan bermain dan sebotol air mineral. Karena pengunjung wajib memakai kaos kaki khusus trampolin yang alasnya berkaret sehingga anti slip, maka saya membelinya seharga Rp.20.000,- sepasang.

Fasilitas lain yang tersedia dia Amped adalah adalah locker untuk menaruh tas, toilet bersih, dan restoran Yo'Panino yang menjual sandwich, salad, dan aneka camilan. Ada juga area Playground khusus untuk anak-anak berusia di bawah 12 tahun yang tidak ingin bermain di area trampolin. Area ini terdiri dari mandi bola, tembak-tembakan, mobil-mobilan, wall cllimbing, trampolin mini, dan lain-lain. Harga tiket Playground untuk weekday Rp. 85.000,- dan weekend  Rp. 125.000,- tapi tiketnya berlaku seharian, bukan per jam. Karena saya tidak bersama anak kecil, maka kami langsung ke area trampolin.

Sebelum jam buka, kami berkumpul di depan pintu arena untuk mendengarkan peragaan keselamatan oleh instrukturnya. Peraturannya antara lain; tidak boleh melompat berdua, saku harus dikosongkan sepenuhnya, tidak boleh mendorong peserta lain. Main trampolin di sini untuk semua umur, namun anak umur 3-11 tahun harus ditemani orang tua. Ada jam tertentu yang dibuka untuk anak-anak saja atau semua umur.

Tidak seperti "orang tua" lain yang hanya duduk di luar menunggu anak-anaknya, saya ikutan masuk dan bermain trampolin. Dengan bangganya saya adalah peloncat tertua yang ada di di situ! Hehehe! Baru aja meloncat-loncat di trampolin selama 5 menit, saya sudah ngos-ngosan! Ini kayak latihan cardio di gym pake dipelototin Personal Trainer! Sementara si Cia dan Cio dengan santainya loncat dan berlari sana-sini nggak ada capeknya. Untungnya banyak staf Amped yang siap sedia membantu, bahkan bisa minta diajarin gaya tertentu.

20160730_151856

Nggak mau rugi, saya pun ikutan mencoba semuanya. Selain free jump area yang bisa berlari naik turun, ada permainan bola basket di atas trampolin sehingga bisa loncat lebih tinggi untuk slam dunk, ada olympic-sized trampoline yang lebih membal sehingga loncataannya lebih tinggi, ada foam pit untuk berlari dan loncat ke dalam kolam busa. Aktivitas yang tidak meloncat adalah berjalan di atas tali slack line dan wall climbing.

Indoor wall climbing

Indoor wall climbing

Terakhir kami main di Dodge Ball Field. Caranya, lempar-lemparan bola, yang kena harus balik mengejar yang lain, dan seterusnya. Berlari dan meloncat memang kombinasi yang mantap untuk bikin badan banjir keringat dan napas tersengal-sengal – setidaknya buat saya. Menurut penelitian, kalori yang terbakar meloncat di trampolin selama 10 menit sama dengan berlari 30 menit lho!

Kelar main trampolin, everybody's happy! Cia dan Cio malah nagih minta diajak ke Amped lagi. Saya sendiri? Serasa berubah jadi Beyonce! :)

 

Rabu, 03 Agustus 2016

The Naked Traveler

The Naked Traveler


Launching #TNT7 6 Agustus!

Posted: 03 Aug 2016 08:24 AM PDT

Kapan launching-nya?

Hari/Tanggal: Sabtu, 6 Agustus 2016
Jam: 15.00-17.00 WIB
Tempat: Toko Buku Gramedia, Central Park Mall lantai 3, Jl. Let. Jend. S. Parman Kav. 28, Jakarta Barat

e poster

Apa sih #TNT7?

TNT-7-3d#TNT7 adalah hashtag dari buku terbaru karya Trinity yang berjudul "The Naked Traveler 7". Buku ini merupakan seri ke-7 dari buku travel terlaris di Indonesia, setelah The Naked Traveler 1,2,3,4 dan The Naked Traveler: Round-the-World Trip part 1 & 2.

Trinity menumpahkan hal-hal seru, yang bikin senang, kesal, geli, haru, sedih, dan bikin nagih, yang lagi-lagi menularkan virus untuk traveling. Dari perjalanan menyaksikan pesona India yang  bersalju di Kashmir, berpesta 3 hari di karnaval di Seychelles, camping bersama singa di Tanzania, mengikuti kapal ekspedisi penelitian bawah laut di Pulau Koon, mencoba aktivitas pemompa adrenalin di New Zealand, terbakar matahari setelah siklon di Fiji, hingga bertemu dinosaurus terbesar di dunia di Kanada.

Yasmin —partner traveling di #TNTrtw, kali ini turut berkontribusi menuliskan satu-satunya pengalaman yang tidak mungkin dimiliki Trinity: naik haji. Pengalaman #YasminNaikHaji menambah keseruan buku ini. Lewat kisahnya, selain menunaikan haji, Yasmin juga mengeksplorasi Mekah dan Madinah dengan cara berbeda.

Apa keuntungannya kalau datang launching?

  • Acaranya gratis-tis-tis! Tinggal datang aja kok.
  • Bisa beli langsung buku #TNT7 yang dijual perdana hari itu di toko buku reguler. Buku bisa dibeli mulai jam 14.00 di Gramedia Central Park dan 100 pembeli pertama akan mendapat goodie bag
  • Bisa ketemu langsung Trinity, bisa dengerin dia ngoceh nggak karuan :)
  • Bisa tanya Trinity apapun yang berhubungan dengan traveling, buku, menulis, atau filmnya.
  • Bisa dapat tanda tangan Trinity di #TNT7 termasuk buku-buku karya Trinity lainnya.
  • Bisa foto bareng Trinity. Mayan untuk di-posting di medsos untuk nyirik-nyirikin yang lain :)
  • Bisa ketemu sesama NTers – siapa tahu bisa diajak traveling bareng!
  • Bisa beli buku-buku Trinity seri lain terbitan Bentang Pustaka yang kamu belum punya.
  • Bisa dapat kesempatan memenangkan berbagai hadiah menarik, mulai dari merchandise TNT, T-shirt, voucher hotel, voucher belanja, sampai tablet (ini gadget, bukan obat)!

Jadi, sampai jumpa hari Sabtu besok!

Rabu, 13 Juli 2016

The Naked Traveler

The Naked Traveler


Pesona Da Nang dan Hanoi

Posted: 13 Jul 2016 09:05 AM PDT

Saya suka traveling ke Vietnam, alasannya karena murah meriah. Kita sering mengeluh dengan kurs mata uang Rupiah, tapi di Vietnam kita berasa superior karena 1 IDR = 1,7 VND! Sudah beberapa kali saya ke Vietnam, pertama tahun 2006 dan terakhir Juni 2016 kemarin. Saya perhatikan perkembangan ekonomi Vietnam sangat dahsyat – dari mulai nggak ada restoran franchise global, sampai sekarang sudah ada mal mewah berjualan barang branded. Saat ini pun sudah semakin banyak yang bisa berbahasa Inggris. Yang tetap sama adalah tayangan TV di-dub oleh suara satu orang ibu-ibu itu (baca di buku The Naked Traveler 2)! :)

Sayangnya, turis Indonesia ke Vietnam umumnya "mentok" di selatan yaitu di Ho Chi Minh City (HCMC), mungkin karena pesawat direct dari Indonesia adanya rute Jakarta-HCMC. Padahal banyak yang bisa di-explore di wilayah tengah dan utaranya yang merupakan tempat kedelapan situs UNESCO World Heritage Site. Ke tengah bisa dimulai di Da Nang, ke utara bisa dimulai di Hanoi.

Da Nang

Da Nang adalah kota terbesar di Central Vietnam. Dulunya Da Nang adalah pusat air base AS saat Perang Vietnam, namun saat ini ia adalah kota yang paling modern dibanding kota-kota lainnya di Vietnam. Berada di sana serasa di negara maju karena bangunannya relatif baru dan bersih. Da Nang berpusat di Sungai Han yang dihubungkan dengan 2 jembatan cantik, yaitu Tran Thi Ly Bridge yang menyerupai layar kapal dan Dragon Bridge yang berbentuk naga. Pada malam hari, kedua jembatan tersebut menyala berwarna-warni jadi kece untuk difoto. Bahkan sekarang sudah ada Sun Wheel, kincir raksasa setinggi 115 meter.

Da Nang beach

Da Nang beach

Da Nang merupakan hub untuk mengunjungi situs bersejarah yang terdaftar dalam UNESCO Heritage Site seperti Hue (istana kekaisaran yang mirip Forbidden City di Beijing), Hoi An (kota kuno abad 15-19) dan My Son (kompleks candi Hindu abad 4-14). Alasan lain turis ke Da Nang adalah berwisata pantai. Di timur kota Da Nang terdapat pantai panjang berpasir putih, lengkap dengan resor mewah – bahkan masuk ke dalam salah satu dari World's Most Luxurious Beach versi Forbes. Bisa dikatakan Da Nang adalah Bali-nya Vietnam, disukai turis asing maupun lokal. Event MICE (Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions) berskala internasional pun sering diadakan di sana, seperti BMTM Danang 2016.

Marble Mountains

Marble Mountains

Highlight pariwisata Da Nang adalah Marble Mountains yang merupakan rangkaian 5 bukit yang kalau diterjemahkan bernama Gunung Tanah, Air, Api, Kayu dan Besi – masing-masing terdapat gua dan patung Buddha. Kalau punya waktu sebentar, pilih ke Thuy Son (Gunung Air) aja karena bisa naik pakai lift. Pemandangan dari puncaknya keren! Sedangkan situs pariwisata terbaru yang tak jauh dari Da Nang adalah Than Tai Hotspring. Luasnya 165 hektar di kaki gunung, terdiri dari berbagai macam kolam pemandian air panas dan air dingin, termasuk onsen ala Jepang.

Hanoi

20160625_104645

Patung di makam Giarai, Museum Ethnology, yg melambangkan kesuburan.

Dibanding HCMC yang kota bisnis, saya lebih suka Hanoi yang lebih tradisional, lebih hijau, dan cuaca lebih sejuk. Ada banyak museum dan temple di Hanoi, yang terkenal di antaranya adalah Ho Chi Minh Mausoleum, Ho Chi Minh Museum, dan Temple of Literature. Yang terbaru saya kunjungi adalah Museum of Ethnology tentang budaya suku-suku di Vietnam. Tapi sekedar jalan kaki atau nongkrong di sekitar Old Quarter dekat Hoan Kim Lake aja saya betah. Soal kuliner, di mana pun di Vietnam sih saya doyan, tapi di Hanoi lah mie Pho (dibaca "fe" dengan e pepet) diciptakan.

Atraksi utama di Hanoi adalah menonton Water Puppet alias pertunjukan wayang di air. Namun setahun ini ada atraksi baru, yaitu Ionah Show. Semacam pertunjukan Cirque du Soleil yang mencampurkan drama, aneka tari termasuk aireal dance, dan sirkus tanpa binatang. Meski plot ceritanya kurang jelas, saya acungkan jempol untuk para performers dan artistik panggung.

Halong Bay from the junk boat

Halong Bay from the junk boat

Tidak afdol ke Hanoi kalau tidak mengunjungi Ha Long Bay yang merupakan UNESCO Heritage Site. Untuk ketiga kalinya saya ke sana dan saya tetap kagum! Meski sama-sama terdiri dari ribuan pulau bertebing karst, berbeda dengan Raja Ampat, di Ha Long pulau-pulaunya lebih rapat satu sama lain dalam area yang lebih kecil. Berlayar naik junk boat (kapal tradisionalnya) cuma 15 menit aja udah memasuki gugusan kepulauannya. Di sebagian pulau terdapat gua-gua superluas yang bisa dimasuki dengan berbagai bentuk stalaktit dan stalagmit yang aneh. Ditambah lagi desa-desa apung para nelayan lokal yang masih tradisional. Jadi memang keren dan berkesan magis.

20160627_144931

Trang An

Selain perbukitan karst di Ha Long yang berada di laut, ada juga yang berada di darat, yaitu di Trang An Scenic Landscape Complex. Baru masuk daftar UNESCO Heritage Site pada 2014, Trang An dikelilingi sawah, hutan hijau, dan bukit-bukit karst setinggi sampai 200an meter. Menikmati pemandangannya, kita harus naik kapal kecil kapasitas 4 orang yang didayung oleh seorang ibu-ibu menyusuri sungai selama 3-4 jam. Kerennya lagi, selain bisa mengunjungi kuil-kuil Buddha, sambil naik kapal kita juga diajak keluar-masuk gua-gua sempit sampai badan harus menunduk takut nabrak stalaktit – tidak disarankan bagi penderita claustrophobic!

Tips

  • Vietnam bisa dikunjungi sepanjang tahun. Kalau tidak mau rame, hindari ke Vietnam pada musim panas Juni-Agustus karena pas musim liburan anak sekolah Vietnam. Harap diingat, di Hanoi pada musim winter Desember-Februari suhunya bisa di bawah 10°C dan sering tertutup kabut.
  • Lebih baik menukar mata uang US Dollar ke Vietnamese Dong seluruhnya. Meski sebagian toko bisa menggunakan Dollar, tapi lebih untung membayar dalam Dong karena di toko 1 USD dihargai 20.000 Dong padahal 1 USD = 22.500 Dong (kurs Juni 2016).
  • Wi-Fi gratis banyak tersedia di Vietnam, kecepatannya pun lebih kencang daripada Indonesia. Namun bila ingin membeli SIM Card, beli aja di bandara yang banyak pilihan. Paket data 3G sebesar 5 Giga sekitar 100.000 Dong.
  • Dari Jakarta penerbangan ke Da Nang dan Hanoi bisa menggunakan Vietnam Airlines dengan transit di Ho Chi Minh City.
  • Informasi pariwisata Vietnam, bisa dibaca di www.vietnamtourism.com

Rabu, 29 Juni 2016

The Naked Traveler

The Naked Traveler


[Buku Baru] The Naked Traveler 7

Posted: 28 Jun 2016 10:04 PM PDT

TNT-7-3d

Buku terbaru saya, The Naked Traveler 7 akan segera terbit! Buku ini merupakan seri ke-7 dari buku travel terlaris di Indonesia, setelah The Naked Traveler 1,2,3,4 dan The Naked Traveler: Round-the-World Trip part 1 & 2.

Spesialnya dari buku #TNT7 ini karena featuring #YasminNaikHaji. Ya, sahabat jalan saya, Yasmin @jeng_yasmin, turut berkontribusi mengenai perjalananannya naik haji! Buku ini juga full color, lengkap dengan foto-foto dan ilustrasi kece, plus gratis pembatas buku. Tebalnya pun 296 halaman – paling tebal dari semua buku seri The Naked Traveler, jadi bakal puas bacanya!

Sinopsis

Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, Trinity pertama kali menuliskan rekaman perjalanannya melalui blog naked-traveler.com. Siapa sangka perjalanan-demi-perjalanan ke hampir seluruh provinsi di Indonesia dan 73 negara di dunia, mengantarkannya pada 13 judul buku, termasuk buku ke-7 dari seri The Naked Traveler ini.

Trinity menumpahkan hal-hal seru, yang bikin senang, kesal, geli, haru, sedih, dan bikin nagih, yang lagi-lagi menularkan virus untuk traveling. Dari perjalanan menyaksikan pesona India yang  bersalju di Kashmir, berpesta 3 hari di karnaval di Seychelles, camping bersama singa di Tanzania, mengikuti kapal ekspedisi penelitian bawah laut di Pulau Koon, mencoba aktivitas pemompa adrenalin di New Zealand, terbakar matahari setelah siklon di Fiji, hingga bertemu dinosaurus terbesar di dunia di Kanada.

Yasmin —partner traveling di #TNTrtw, kali ini turut berkontribusi menuliskan satu-satunya pengalaman yang tidak mungkin dimiliki Trinity: naik haji. Pengalaman #YasminNaikHaji menambah keseruan buku ini. Lewat kisahnya, selain menunaikan haji, Yasmin juga mengeksplorasi Mekah dan Madinah dengan cara berbeda.

Penerbit: BENTANG PUSTAKA
ISBN: 9786021246986
Tahun Terbit: Juni 2016
Halaman: 296 Halaman
Berat: 0,35 Kg
Format: Soft Cover
Harga: Rp 84.000,-

Pre-Order

Supaya dapat buku #TNT7 ini duluan, dapat diskon minimal 15%, diantar langsung ke rumah, dan dapat tanda tangan saya dan Yasmin, maka silakan pre-order pada 27 Juni – 27 Juli 2016 di toko-toko buku online sebagai berikut: mizanstore.com, temanbuku.com, bukabuku.com, bukukita.com, parcelbuku.com, bukubukularis.com, pengenbuku.com, @demabuku, toko klasika, grobmart.com, kupukupubuku.com

Kalau mau paket spesial buku #TNT7 + tanda tangan saya & Yasmin + T-shirt (gambar cover buku, ukuran all size) dengan harga Rp 150.000,- bisa order ke mizanstore.com

Ingat, jumlah buku sangat terbatas! Jadi buruan hubungi toko-toko buku online di atas dan segera order ya?

Karena percetakan dan distribusi tutup libur lebaran, jadi semua buku #TNT7 yang pre-order akan diantar pada akhir Juli 2016. Sedangkan buku #TNT7 akan tersedia di toko buku reguler (Gramedia, Gunung Agung, Togamas, dan lain-lain) di Jabodetabek mulai minggu pertama Agustus 2016. Kota-kota lain tersedia mulai seminggu sesudahnya, di luar Jawa secara bertahap tersedia mulai dua minggu sesudahnya. Launching akan diadakan di Jakarta antara tanggal 5-7 Agustus 2016. Informasi launching dan road show di kota-kota lain, tunggu infonya di Twitter/Instagram/Facebook @TrinityTraveler.

Terima kasih dan selamat berburu! :)

Jadi delegasi Indonesia di Frankfurt Book Fair 2015

Posted: 07 Dec 2015 09:19 AM PST

Momen paling membanggakan sebagai penulis selama tahun 2015 adalah ketika saya diundang pemerintah Indonesia untuk hadir dalam Frankfurt Book Fair pada 13-18 Oktober. Acara tahunan tersebut adalah pameran trading buku terbesar di dunia dari jumlah penerbit dan pengunjung yang hadir, juga yang tertua di dunia karena tradisi itu sudah ada sejak 500 tahun yang lalu. Tahun 2015 ini Indonesia menjadi Guest of Honour. Artinya, tema pameran adalah tentang Indonesia, acara berfokus pada Indonesia, dan Indonesia mendapat jatah stand terbesar. Tema yang diusung Indonesia tahun ini adalah 17,000 Islands of Imagination.

Menjadi Guest of Honour adalah hal yang penting bagi suatu negara, namun seperti sudah diduga persiapannya serba mendadak padahal sudah tahu beberapa tahun sebelumnya. Pemilihan penulis yang dikirim konon berdasarkan rapat IKAPI yang mensyaratkan penulis yang sudah terkenal, menerbitkan banyak buku, diutamakan yang bukunya berciri Indonesia, dan sudah diterbitkan ke dalam bahasa Inggris. Denger info, saya sempat tidak jadi diberangkatkan karena ada catatan merah bahwa "Trinity suka menjelekkan orang dalam presentasi" – entah apa artinya dan dari siapa informasi ngaco itu berasal. Saya sih pasrah aja, tapi untunglah 2 bulan sebelum keberangkatan saya dikabari akhirnya ikut dikirim. Hore!

Soal penulis yang diberangkatkan dan tidak rupanya sempat memanas di social media, bahkan ada penulis yang sampai mengundurkan diri karena protes. Saya memilih untuk menyimpan rapat kabar tentang keikutsertaan saya karena malas terlibat drama berkepanjangan. Saya pun tidak membalas komen negatif di social media yang menyerang saya karena saya berangkat. Sebagai penulis ber-genre travel, udah untung banget dikirim. Apalagi disejajarkan dengan Taufik Ismail, Andrea Hirata, Leila S. Chudori dan Dee Lestari – yah, apalah saya ini bukan?

Ada kah penulis idolamu?

Yang mana penulis idolamu?

Meeting antar panitia dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pun diadakan. Terjadilah kehebohan berikutnya karena ketidakjelasan informasi. Contohnya, informasi mengenai extend atas biaya sendiri yang tadinya boleh tiba-tiba jadi tidak boleh, yang tadinya boleh cari hotel sendiri eh tiba-tiba harus di hotel yang disediakan panita. Tentu saya melancarkan protes, yang didukung oleh sebagian penulis lain. Kami pun bersatu di grup Whatsapp agar saling berbagi informasi. Ada sekitar 75 orang penulis dan chef yang dikirim, namun total rombongan ada 400-an orang.

Visa Schengen saya urus sendiri karena saya sudah punya travel insurance setahun. Saya memesan penginapan di hostel dekat Hauptbahnhof, terpisah dari rombongan yang hotelnya jauh dari pusat kota. Beberapa hari sebelum berangkat tiket pesawat baru dikirim, asam lambung saya sampai naik karena stres serba nggak jelas gini. Saya naik pesawatnya pun terpisah dari rombongan utama. Lebih stres lagi soal duit. Sistemnya setiap penulis akan di-transfer uang per diem yang akan dipakai untuk biaya hidup kami sehari-hari di Frankfurt, termasuk akomodasi, transportasi, dan makan. Namun sampai beberapa hari kami tiba di Frankfurt, duit tersebut belum juga di-transfer!

Singkat cerita, tempat pameran bernama Messe Frankurt itu gede banget! Luasnya 578.000 m² terdiri dari 4 lantai dengan 10 exhibition hall. Antar hall aja disediakan travelator (semacam escalator datar kayak di bandara). Frankfurt Book Fair adalah pertemuan antar penerbit buku dunia untuk membeli dan menjual rights, jadi bukanlah literary festival yang mempertemukan penulis dan pembaca atau book fair yang sering diadakan di GBK Jakarta yang isinya jualan buku diskonan. Selama tiga hari pertama, pameran ini hanya dibuka untuk lebih dari 7.000 exhibitor dari 100 negara, sedangkan publik baru boleh masuk pada hari keempat. Itu pun jumlah pengunjungnya selama pameran mencapai lebih dari 275.000 orang. Suasana di Messe yang selalu rame dan berdesakan membuat saya semakin optimis bahwa industri buku masih terus berkembang dan saya sudah berada di jalur yang tepat jadi penulis.

Stand utama Indonesia ada di Pavilion yang terdapat juga teater untuk pertunjukkan budaya. Stand buku dan tempat bertransaksi ada di National Stand se-hall dengan negara-negara Asia lainnya. Stand Indonesia yang kecil-kecilnya ada di hall komik, buku anak, dan buku kuliner. Indonesia juga membuka restoran masakan Indonesia yang digawangi William Wongso. Untung lah interior stand Indonesia bagus dan nggak malu-maluin. Memang tidak terlihat grande, tapi itu karena konsepnya minimalis dengan banyak unsur kayu dan warna monokrom.

Selama seminggu acara, setiap hari kami wajib hadir ke Messe. Saya dan teman saya, penulis novel Ika Natassa, selalu jalan bareng keliling hall yang berkilo-kilo meter jauhnya untuk memberi support kepada sesama penulis dan pengisi acara. Setiap sore kami menanti-nantikan acara Happy Hour di mana disediakan makanan Indonesia gratis. Tak ketinggalan kami sibuk foto bareng para penulis Indonesia yang terkenal dan legendaris. Tapi saking capeknya, saya sama sekali nggak jalan-jalan keliling Frankfurt. Hanya saja dua hari terakhir saya diundang oleh Forum Masyarakat Indonesia untuk bedah buku di kota Dresden.

diskusi panel #FBF2015

Yang bikin bangga, delapan judul buku saya dipajang di rak National Stand, juga kutipan gambar komik Duo Hippo Dinamis oleh ilustrator Sheila Rooswitha di Pavilion. Saya pun jadi pembicara di diskusi panel tentang travel writing bersama Agustinus Wibowo dengan moderator Elizabeth Pisani di National Stand. Beberapa wartawan mewawancarai saya dan liputannya masuk media, termasuk di rubrik Nama & Peristiwa koran Kompas. Beberapa pembaca buku saya juga ada yang minta tanda tangan dan foto bareng, termasuk fans dari Malaysia. Yang membanggakan lagi, genre buku travel sudah bisa disejajarkan dengan buku sastra klasik, novel fiksi, dan genre lainnya. Bukan hanya di Indonesia, tapi di Frankfurt Book Fair pun hall khusus buku travel ada dan besar.

Pencapaian penulis Indonesia di Frankfurt Book Fair adalah ketika buku-bukunya dibeli rights-nya oleh penerbit luar negeri untuk diterjemahkan dan diterbitkan di negara lain. Sampai saat ini sih belum ada penerbit luar yang membeli rights buku saya, namun punya buku yang dipajang dan jadi pembicara di Jerman dalam acara berskala internasional cukup membuat saya senyum sumringah karena bangga – biar nggak kalah Agnes Monica yang go international gitu! :)

Sungguh nggak nyangka, bermula dari ngeblog 10 tahun yang lalu, hidup saya bisa jadi begini! Semoga membuat almarhumah ibu saya bangga.

Sabtu, 18 Juni 2016

The Naked Traveler

The Naked Traveler


Jordan is more than Petra

Posted: 18 Jun 2016 06:06 AM PDT

Jordan atau Yordania adalah sebuah negara di Timur Tengah yang berbatasan dengan Arab Saudi, Suriah, Irak, Israel, Palestina. Meski Jordan dekat dengan wilayah konflik, namun ia adalah negara paling aman se-Timur Tengah. Boro-boro perang, tingkat kriminalitasnya aja sangat rendah. Karena amannya, Jordan sering dijadikan tempat perjanjian antarnegara yang bertikai di sekitarnya, bahkan sering jadi tujuan pengungsi. Meski mayoritas penduduk Jordan adalah Islam, tapi Jordan adalah negara yang netral dan liberal. Bersama Mesir, Jordan merupakan salah satu dari hanya dua negara Arab yang mendantangani perjanjian damai dengan Israel.

Pariwisata Jordan meningkat pesat sejak Petra menjadi salah satu pemenang "7 New Wonders of the World". Namun tidak hanya Petra karena masih banyak lagi destinasi pariwisata yang menarik dikunjungi di Jordan, antara lain;

Religious Tourism

Bagi umat Kristiani, Jordan memiliki situs penting yang tertulis dalam Alkitab. Ada "Bethany Beyond the Jordan" yang merupakan tempat baptis Yesus orosinil di Sungai Yordan dan baru saja disahkan UNESCO World Heritage Site pada 2014 – jadi bukan di sisi Israel yang selama ini populer dikunjungi orang. Yang penting lainnya adalah Mount Nebo, tempat Musa menunjuk Tanah Perjanjian dan meninggal dunia. Ada juga Amman (di Alkitab disebut Amon, tempat Daud menyuruh Uria berperang), Umm Qays (tempat Yesus menyembuhkan dua orang kerasukan di Gadara), Madaba (sering disebut di Perjanjian Lama tentang Musa, tempat perang Daud melawan Moab), Kings' Highway (Abraham dan Musa melewati jalan ini), dan lain-lain.

Bethany Beyond the Jordan

Bethany Beyond the Jordan

Raja dari Kerajaan Yordania Hasyimiah ini adalah keturunan langsung dari Nabi Muhammad. Bagi umat Islam, Jordan memiliki situs penting, antara lain Al-Raqim (gua Tujuh Orang Tertidur), Bosra Al-Sham (tempat Nabi Muhammad bertemu dengan biara Bahira), Safawi (tempat Nabi Muhammad berteduh di bawah sebatang pohon dalam perjalanan ke Suriah). Banyak pula makam para sahabat Nabi Muhammad, antara lain makam Abdul Rahman bin Awf Al-Zuhri di Amman, Abu Dharr Al Ghitari di Madaba, Zaid bin Harithah di Karak, Abu Ubeida Amer bin Al-Jarrah di Lembah Yordania, dan lain-lain.

Archaelogical Tourism

Amman Citadel – Dihuni sejak zaman Neolitikum (10.200 SM), bangunan yang masih ada antara lain Temple of Hercules (abad ke-2), Gereja Bizantium (abad ke-4) dan Umayyad Palace (abad ke-8). Terdapat juga Jordan Archeological Museum yang terdapat berbagai artefak, terutama patung tembikar berwajah manusia tertua di dunia pada tahun 8000-6000 SM.

Patung Ain Ghazal sejak 8000-6000 SM

Patung Ain Ghazal dibuat tahun 8000-6000 SM

Jerash – Dihuni sejak 6500 tahun yang lalu, masa kejayaan Jerash adalah pada masa kekuasaan Romawi abad ke-1 (dulu bernama Gerasa). Saat ini Jerash merupakan salah satu kota Romawi yang paling well-reserved di dunia. Jalan berbatu, tiang-tiang, kuil, pemandian, air mancur, teater terbuat dari granit dan marmer masih terjaga dengan baik saking canggihnya teknologi masa itu. Bahkan tiang-tiang setinggi 16 meter di Temple of Artemis telah dibuat berteknologi anti gempa!

Jalan di Jerash

Jalan di Jerash

Nature Tourism

Ajloun Forest Reserve – Banyak yang mengira Jordan adalah negara tandus dan panas, padahal ia juga memiliki hutan yang terletak di atas bukit. Mayoritas berupa pohon oak yang diselingi pohon pinus, pistachio, dan strawberry. Tersedia trail bagi yang suka hiking. Yang paling oke sih cuacanya yang dingin dan kita bisa tinggal di eco-lodge. Tak jauh dari sana terdapat Ajloun Castle, istana Muslim yang dibangun abad ke-12.

Kalau saya punya waktu lebih banyak lagi, saya sih pengen diving di Red Sea di kota Aqaba.

Wellness Tourism

Dead Sea – Laut Mati kadar garamnya sangat tinggi sehingga kita pasti mengapung di permukaan. Airnya yang berminyak itu mengandung mineral yang dipercaya sangat baik untuk kulit. Dulu saya pernah ke Laut Mati di pantai umum di Israel, kali ini saya merasakan nikmatnya berenang di pantai private karena menginap di Hotel Crowne Plaza, jadi dari kamar tinggal jalan kaki pake bikini. Jangan lupa luluran pake lumpur hitam di sana, jerawat saya langsung hilang!

Dead Sea

Dead Sea

Ma'in Hot Springs – Tak jauh dari Dead Sea terdapat Ma'in yang merupakan oasis di tengah gurun pasir. Memang menakjubkan karena di antara bukit tandus ada pepohonan hijau dan air terjun yang mengalirkan air panas yang kaya mineral. Lagi-lagi karena menginap di Evason Ma'in Resort, saya bisa berendam di kolam air panas secara private.

Film Tourism

Petra – kota berwarna pink dengan bangunan yang dipahat dari tebing ini adalah kunjungan kedua saya. Tulisannya silakan dibaca di buku The Naked Traveler 4 ya? :)

The Treasury, Petra

The Treasury, Petra

Wadi Rum – Gara-gara film The Martian-nya Matt Damon, saya jadi pengin ke Wadi Rum. Berbeda dengan gurun di mana pun di dunia, Wadi Rum memiliki bukit-bukit sandstone yang tinggi jadi pemandangannya tidak flat. Warnanya yang kemerahan emang mirip dengan permukaan planet Mars. Pokoknya foto di sana sangat Instagrammable deh! Untuk berkeliling bisa naik mobil 4×4 atau naik onta. Nongkrong deh di salah satu puncak bukitnya menjelang sunset, wih… keren abis! Biar pengalaman tambah mantap, kita bisa camping di gurun, seperti di Captain’s Desert Camp. Lalu malamnya memandang jutaan bintang yang luar biasa! Bintang memang paling bagus dilihat di gurun yang kering dan tanpa polusi cahaya.

Sunset in Wadi Rum

Sunset in Wadi Rum

Tips

  • Untuk pemegang paspor Indonesia, visa ke Jordan adalah Visa on Arrival dengan membayar 40 JOD (single entry, berlaku sebulan).
  • Maskapai penerbangan Royal Jordanian baru saja membuka rute direct Jakarta-Amman-Jakarta sehingga tidak perlu transit lama-lama lagi.
  • Yang doyan belanja oleh-oleh, tahan sampai di Petra. Di sebelah Hotel Movenpick yang letaknya persis di seberang pintu gerbang Petra berjejer toko-toko suvenir termurah se-Jordan. Contohnya magnet cuma 1 JOD, bisa ditawar kalau beli banyak.
  • Informasi pariwisata Jordan, silakan klik visitjordan.com